

Indonesia memiliki beragam tumbuhan sebagai sumber pangan. Salah satunya adalah kimpul. Manfaat kimpul pun sangat beragam, mulai dari sebagai sumber pangan berkarbohidrat hingga sebagai obat untuk berbagai penyakit.
Mendengar namanya memang agak nyleneh! Namun, sebutan ini memang sudah sangat familiar di sejumlah wilayah di Jawa. Akan tetapi, umbi satu ini memiliki sejumlah nama lain, antara lain talas Belitung dan bentul. Tanaman yang memiliki nama Latin Xanthosoma sagittifolium ini, konon berasa dari kawasan Amerika tropis. Di sejumlah negara di dunia, umbi satu ini juga memiliki nama-nama yang beragam. Di Bolivia terkenal dengan nama walusa, di Kolombia kondang dengan nama bore dan masyarakat Meksiko menyebutnya sebagai mafafa.
Sebagaimana tersebut di atas, talas Belitung alias kimpul memiliki banyak nama di berbagai daerah bahkan negara di dunia. Artinya, tanaman satu ini memiliki persebaran yang cukup luas. Wikipedia melansir bahwa mulanya penjelajah Eropa membawa tanaman ini ke Afrika pada masa perdagangan budak. Lalu, tanaman ini mulai masuk ke Benua Asia sekitar abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Umbi unik baru masuk Indonesia pada 1864 dari Amerika Tengah. Tamanan ini sendiri banya berkembang di kawasan dataran rendah dengan suhu harian di atas 21 derajat celcius.
Dengan beragam kemampuanya ‘tumbuh’ di berbagai negara itu, lantas apa sebenarnya manfaat kimpul? Adakah khasiat istimewanya?
Guru Besar Ilmu Gizi IPB, Prof Evy Damayanti sebagaimana dikutip dari Jawa Pos, menyebutkan jika manfaat kimpul tidak hanya sebagai produk pangan, tetapi juga kesehatan. Dijelaskannya bahwa umbi kimpul memiliki kadar abu dan karbohidrat lebih tinggi daripada umbi talas. Dengan demikian, saat menjadi tepung, kadar abu dan patinya juga lebih tinggi.
Kandungan air yang sedikit, membuat manfaat kimpul lebih beragam, yaitu sebagai bahan olahan berbagai panganan. Produk makanan yang menggunakan bahan kimpul antara lain biskuit, roti tawar, mie kering, bakso, brownies hingga pengental makanan.
Masih menurutnya, manfaat kimpul lainnya, yaitu sebagai obat diabetes dan kolesterol. “Pati ini akan dicerna oleh mikroflora dalam tubuh dan menghasilkan metabolit yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Dengan demikian, akan mampu mencegah penyakit kardiovaskular, kanker kolon, diabetes, obesitas, dan osteoporosis,” tandasnya sebagaimana Sinar Surya kutip dari Jawa Pos (20/8/2022) lalu.
Mengutip laman tabloidsinartani.com, manfaat kimpul antara lain sebagai obat bisul dan kanker serta membantu melancarkan pencernaan. Biasanya umbinya sebagai obat bisul. Hal ini berkat kandungan protein, lemak, vitamin dan mineral di dalam umbinya. Selain itu, umbinya juga mengandung senyawa bioaktif diosgenin golongan saponin alami yang bermanfaat sebagai anti kanker.
Nah, demikian manfaat kimpul. Menilik dari segi manfaatnya tersebut, tak ada salahnya untuk menanamnya di rumah lho. Selain memiliki beragam khasiat, umbi ini juga memiliki daun cantik. Dengan demikian, tak ada salahnya juga menanamnya di taman rumah. Apabila Anda beruntung memiliki lahan yang luas, tak ada salahnya pula menanamnya secara masal. Alih-alih menghijaukan pekarangan, hasil umbinya pun bisa untuk konsumsi sendiri maupun menjualnya.
Kabar baiknya, bagi Anda yang hobi berkebun, tetapi bingung melengkapi mesin-mesin untuk mendukung aktivitas tersebut, kini tak perlu gundah lagi. Pasalnya, Sinar Surya Bali menyediakan beragam alat berkebun dan bertani dengan lengkap. Tak hanya melayani penjualan langsung di tokonya di Denpasar, tetapi juga ada layanan penjualan online. Anda dapat berbelanja melalui marketplace maupun WhatsApp. (y)