

Populer sebagai destinasi wisata kelas dunia, Bali nyatanya memang memiliki berjuta pesona. Tak hanya keindahan alamnya saja, tetapi Pulau Dewata juga mempunya keragaman budaya yang menakjubkan. Bukan saja tarian, kuliner atau adat istiadat yang unik, pulau di sisi timur Jawa ini juga memiliki kekhasan budaya pada seni ukir. Kali ini Sinar Surya bakal mengajak Anda mengulik uniknya ukiran khas Bali.
Sebenarnya Indonesia memiliki banyak hasil seni ukir dari berbagai daerah. Namun, masing-masing daerah mempunyai ciri tersendiri. Seperti ukiran khas Bali yang memiliki ciri berupa motif pewayangan. Sebut saja seperti tokoh pewayangan terkenal Rama, Sinta, atau patung lain seperti Dewa Ruci, Nakula, Sadewa dan lain sebagainya.
Selain itu, motif daun, bunga dan buah yang merupakan perpaduan motif cekung juga menjadi ciri melekat lainnya pada ukirann Bali. Satu lagi yang identik pada ukiran Bali adalah benangan melingkar dan memiliki ujung-ujung ikal.
Anda mungkin akan menjumpai banyak ukiran khas Bali di berbagai tempat di wilayah ini. Namun, ada satu tempat yang memang menjadi sentranya. Namanya adalah Desa Mas, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar.
Jika Anda mengunjungi desa ini, di sepanjang desa, akan terlihat kerajinan ukiran Bali berupa patung kayu. Bukan hanya melihat hasil ukuran yang telah jadi atau terpajang, melainkan Anda juga akan menyaksikan sendiri masyarakat setempat lihai memahat ukiran dalam berbagai bentuk yang menarik.
Meski demikian, ada beberapa daerah lain di Bali yang juga kondang sebagai penghasil ukiran, antara lain Desa Peken Belayu, Desa Tangep di Mengwi, Desa Marga di Tabanan serta Desa Guwang di Sukawati.
Adapun media pembuatan ukiran khas Bali umumnya menggunakan kayu. Jenis kayu yang banyak digunakan adalah jati, moja agung, serta cempaka. Akan tetapi, ada pula patung ukiran Bali yang pembuatannya menggunakan batu cadas. Biasanya ukiran berbahan batu padas digunakan dalam pembangunan tempat suci dan kelengkapan di dalamnya, misalnya Pura.
Namun, perkembangan wisata yang pesat di Pulau Dewata membuat kerajinan ukiran khas Bali berbahan batu cadas juga merambah ke ranah cindera mata. Anda akan menjumpai banyak perajin ukiran batu cadas di kawasan Desa Belayu, Tabanan.
Kemudian, untuk cikal bakal motif ukiran khas Bali berasal dari zaman Kerajaan Majapahit dan Padjajaran. Akan tetapi, dalam perkembangannya, motif ukiran terus mengalami perkembangan bentuk dan variasi.
Demikian halnya dalam proses pembuatan ukiran khas Bali. Dahulu kala, pemahatan ukiran baik di media kayu maupun batu menggunakan alat pahat manual. Akan tetapi, perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan kini telah memungkinkan pembuatan ukiran dengan alat modern.
Toko Sinar Surya sendiri menyediakan gergaji ukir yang memudahkan proses pengukiran. Dengan demikian, proses ukir lebih mudah, cepat dan presisi. Anda yang memang terjun di dunia bisnis ukir bisa menggunakan alat ini untuk meningkatkan produktivitas.
Meski demikian, Anda yang sedang belajar mengukir juga tak ada salahnya mencoba menggunakan alat ini. Selain memudahkan, alat ini tentunya akan membuat pekerjaan mengukir lebih efisien.
Untuk mendapatkan alat ini, Anda bisa langsung menghubungi Sinar Surya Bali dengan chat pada nomor WhatsApp tertera pada situs. Anda juga bisa melakukan pembelian melalui marketplace Tokopedia maupun Shopee. (y)